Kamis, 24 November 2016

Fungsi dan Cara Kerja Jaringan Komunikasi

Jaringan komputer (computer networking) adalah jaringan yang menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat saling memberikan informasi dan berkomunikasi.

Dengan jaringan komputer kita dapat :

  1. Berbagi pakai sumber daya (resource sharing), baik perangkat keras maupun perangkat lunak yang berada pada masing-masing komputer yang terhubung jaringan.
  2. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas karena pengguna tidak harus berpindah-pindah komputer untuk manajemen data.
  3. Saling berkomunikasi dan mencari informasi melalui e-mail dan website internal jaringan.
  4. Keamanan data lebih terjamin dengan adanya sistem pemusatan data pada terminal (server).
Jaringan komputer dibangun dalam bentuk dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan individu atau perusahaan. Ada berbagai macam desain jaringan komputer, antara lain: LAN dan WAN. Pada dasarnya, LAN dan WAN merupakan desain orisinil jaringan komputer.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, bentuk ini mengalami perkembangan. Saat ini, kita mengenal area jaringan berikut :
  1. Local Area Network (LAN)
  2. Wide Area Network (WAN)
1. Local Area Network
Local Area Networ yang disingkat dengan LAN adalah sistem jaringan dari beberapa komputer atau perangkat komunikasi lainnya yang dihubungkan dengan media komunikasi sehingga masing-masing komputer atau perangkat komunikasi yang dihubungkan dengan jaringan dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Media komunikasi yang dimaksud dapat berupa kabel jaringan, wireless, dan lain-lain. Jarak antara dua buah komputer pada sistem jaringan LAN kurang lebih 1.000 meter atau 1 kilometer. Sistem jaringan ini dibangun dalam satu gedung atau beberapa gedung yang saling berdekatan.

LAN tidak hanya terbatas pada jaringan dari banyak komputer saja, akan tetapi LAN dapat menghubungkan sebuah atau beberapa komputer dengan printer, scanner, hub, server, dan sebagainya.

Kecepatan transmisi data berkisar 10 Mbps hingga 1.000 Mbps sehingga resikonya sangat kecil. Hal ini disebabkan format dan ukuran data yang di transfer kecil. Mengingat LAN mempunyai area terbatas maka kemungkinan terjadinya gangguan sangat kecil dan mudah teratasi.

Pada LAN alur informasi dan pengalamatan sangat jelas karena menggunakan satu topologi yang sangat jelas.

2. Wide Area Network
Untuk membangun jaringan komputer yang dapat menjangkau area yang lebih luas, maka sistem jaringan dikembangkan menjadi WAN (Wide Area Network). Sistem jaringan WAN dapat menjangkau tempat diseluruh penjuru dunia.

Pada dasarnya, WAN adalah kumpulan dari beberapa LAN yang dihubungkan dengan alat yang dinamakan router. Router inilah yang berfungsi mengatur address-address LAN dan WAN. WAN dapat menghubungkan beberapa komputer atau perangkat komunikasi lainnya seperti printer, scanner, dan sebagainya.

Rabu, 09 November 2016

3 Teknologi Umum Yang Digunakan Oleh Jaringan Ponsel Sebelum Teknologi 3G dan 4G LTE

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita sedang berada di era teknologi 4G LTE. Dimana teknologi yang baru-baru ini diluncurkan akan sangat memanjakan pengguna paket data untuk mengakses jaringan internet secara cepat. Sebelumnya, sudah ada teknologi 3G yang sampai saat ini masih memiliki mayoritas pelanggan diberbagai wilayah. Dengan teknologi 3G saja sudah banyak kepuasan yang dirasakan para penggunanya, mulai dari mengakses internet, sosial media, dan mesengger. Dan sekarang sudah ada teknologi 4G LTE, bisa dibayangkan kecepatan akses internetnya ? Sayangnya, teknologi 4G LTE ini belum merata dan baru bisa diakses di wilayah kota-kota besar.

3 Teknologi Umum Yang Digunakan Ponsel Sebelum Teknologi 3G dan 4G LTE

Tahukah kamu tentang teknologi yang digunakan sebelum teknologi 3G dan 4G LTE ? Kalau belum tahu, mari kita simak sedikit penjelasannya untuk menambah wawasan pengetahuan kita:

1. Frequency Division Multiple Access (FDMA)

FDMA dapat mengirimkan sinyalnya pada frekuensi yang berbeda pada tiap-tiap pengguna ponsel. FDMA digunakan sebagian besar untuk transmisi analog, untuk membawa informasi digital.

2. Time Division Multiple Access (TDMA)

TDMA beroperasi pada frekuensi 800 MHz atau 1900 MHz. Teknologi TDMA disebut juga Global System for Communication Mobile (GSM). GSM menggunakan enkripsi (sandi) pada pemakaiannya sehingga lebih terjamin keamanannya. Pengguna GSM cukup menggunakan SIM (Subscriber Identification Mobile).

3. Code Division Multiple Access (CDMA)

Sebuah ponsel mengirimkan data (suara) yang masuk kedalam saluran dan akan dibagi-bagi menjadi potongan-potongan kecil dan masuk kedalam saluran frekuensi yang terpisah-pisah, kemudian paket data yang kecil-kecil tersebut akan disebarkan dengan kode yang unik dan hanya dapat diterima pada penerima yang mempunyai kesesuaian data yang akan diambil.

Demikian penjelasan tentang 3 teknologi umum yang digunakan oleh jaringan ponsel sebelum teknologi 3G dan 4G LTE



Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerja Telepon


Telepon adalah peralatan informasi dan komunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Umumnya penemu telepon adalah Alexander Graham Bell, dengan telepon pertama dibuat di Boston, Massachusetts, pada tahun 1876. Tetapi, penemu Italia Antonio Meucci telah menciptakan telepon pada tahun 1849, dan pada bulan September 2001, Meucci dengan resmi diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Amerika, dan bukan Alexander Graham Bell.

Saat ini, telepon telah berkembang pesat dalam bentuk telepon genggam. telepon genggam atau lebih dikenal dengan sebutan handphone (disingkat HP) atau telepon selular atau ponsel adalah sebuah peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki kemampuan dasar yang sama dengan telepon biasa (fixed line) yang konvensional, namun dapat dibawa kemana-mana tanpa kabel (nirkabel; wireless).


Selain berfungsi untuk menerima panggilan telepon, telepon genggam juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service; SMS). Saat ini, telepon genggam telah ditambah fitur kamera dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G, 4G LTE). Ada pula penyedia jasa telepon genggam hampir disemua negara yang menyediakan layanan generasi ketiga dan ke empat (3G & 4G LTE) yang menambahkan jasa videophone maupun televisi online di telepon genggam mereka. Sedangkan dari bentuk fisiknya, mengalami perkembangan mulai dari yang berat dan besar hingga yang seukuran korek api. Dari semua perkembangan tersebut tetap saja dipertahankan teknologi dasarnya, yaitu bagaimana ponsel menerima sinyal dan mengirim sinyal.

Ponsel bekerja dengan mengandalkan sinyal yang dipancarkan dari sebuah pemancar dengan frekuensi tertentu. Untuk membagi-bagi daerah agar terdapat frekuensi yang merata pada daerah tersebut maka sebuah daerah atau kota dibagi menjadi seperti sebuah irisan yang digambarkan sebagai irisan berbentuk heksagonal atau disebut dengan sel (cell). Masing-masing sel tersebut dapat mempunyai frekuensi 800 Hz dan mempunyai cakupan kisaran sekitar 26 km persegi. Masing-masing sel mempunyai suatu menara dan suatu bangunan kecil yang berisi peralatan. Saat kita sedang berjalan dengan mengendarai kendaraan, sinyal akan dipancarkan dari sel ke sel oleh suatu tower atau menara dari tiap sel tersebut.

Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerja Televisi

Televisi adalah sebuah peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele, yang berarti jauh dan vision, yang berarti melihat. Jadi, televisi berarti melihat dari jarak jauh.

Penemuan televisi melibatkan banyak pihak, baik perorangan maupun badan usaha. Namun, awalnya televisi tentu didasari oleh penemuan gelombang elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang memulai era komunikasi elektronik. Pada tahun 1876, George Carey menciptakan kamera selenium yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu sebagai sinar katoda.


Pada tahun 1884, Paul Nipkov, ilmuwan Jerman, berhasil mengirimkan gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
Pada tahun 1888, Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal, yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun, LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian. Selanjutnya, Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun, pada tahun 1897. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dasar televisi layar tabung.

Istilah televisi pertama kali dikemukakan oleh Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris pada tahun 1900. Selanjutnya, selama abad 20 televisi telah berkembang dengan berbagai model dan fasilitas, antara lain : 
  • Televisi Digital (Digital Television, DTV)
  • TV Resolusi Tinggi (High Definition TV, HDTV)
  • Direct Broadcast Satellite TV (DBS TV)
  • Televisi Internet
  • TV Web
  • DVD
  • LCD dan plasma display (TV Layar Datar)

Sejarah, Fungsi, dan Cara Kerja Radio


Radio adalah peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat mengirimkan gelombang elektromagnetik. Gelombang ini merambat melalui udara dan ruang hampa udara, gelombang ini tidak memerlukan media dalam perambatannya.

Penemuan radio didasari oleh teori perambatan gelombang elektromagnetik yang pertama kali dikemukakan oleh James Clerk Maxwell pada tahun 1873 dalam makalahnya yang berjudul "A dynamical Theory of the Electromagnetic Field" setelah kerjanya antara tahun 1861 dan 1865. Pda tahun 1878, David E. Hughes mengirimkan dan menerima gelombang radio saat ia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Selanjutnya, Heinrich Rudolf Hertz pada tahun 1886 sampai dengan 1888 membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen. Ia memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang.


Penggunaan awal radio lebih banyak di bidang maritim, untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode Morse antara kapal dan daratan. Salah satu pengguna awal adalah Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima di tahun 1901. Saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat untuk mendaftar korban yang terselamatkan, radio pun mulai digunakan.

Siaran mulai dapat digunakan pada tahun 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Sekarang ini, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio.

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, yang terbentuk ketika objek bermuatan listrik dipercepat dengan frekuensi yang terdapat dalam frekuensi radio (RF) dalam spektrum elektromagnetik. Gelombang ini dalam jangkauan 10 hertz sampai beberapa giga hertz. Radiasi elektromagnetik bergerak dengan cara elektrik dan getaran magnetik. Adapun gelombang elektromagnetik lainnya, yang memiliki gamma, sinar X, infra merah, ultra violet, dan cahaya terlihat.

Ketika gelombang radio melalui kabel, getaran dari medan listrik dan magnetik dapat mempengaruhi arus bolak balik dan tegangan di kabel. Ini dapat diubah menjadi sinyal audio atau lainnya yang dapat membawa informasi. Meskipun kata "radio" digunakan untuk menjelaskan fenomena ini, transmisinya yang kita kenal sebagai televisi, radio, radar, dan telepon genggam adalah kelas dari emisi frekuensi radio.